Roberto Mancini, mantan pelatih Timnas Italia, menyatakan penyesalannya atas keputusan mundur dari jabatan tersebut. Ia mengaku siap kembali menangani Gli Azzurri setelah pemecatan Luciano Spalletti. Pengakuan ini sekaligus menandai babak baru dalam karier kepelatihannya yang penuh dinamika.
Mancini meninggalkan Timnas Italia pada September 2023. Beberapa minggu kemudian, ia menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi. Namun, petualangannya di Timur Tengah hanya berlangsung singkat, hingga Oktober 2024. Kini, ia mengakui kesalahannya dan ingin kembali ke pangkuan Gli Azzurri.
Rindu Atmosfer Coverciano
Mancini mengungkapkan rasa rindunya pada atmosfer Coverciano, pusat pelatihan Timnas Italia. Baginya, tidak ada yang lebih membanggakan daripada melatih tim nasional. Ia telah merasakan manisnya kemenangan bersama klub, tetapi kemenangan bersama Italia terasa sangat berbeda.
Ia menyebut atmosfer di Coverciano luar biasa. Meskipun kembali melatih tim nasional akan penuh tantangan dan risiko, Mancini merasa siap untuk kembali.
Masih Bermimpi Angkat Trofi Piala Dunia
Kegagalan membawa Italia ke Piala Dunia 2022 menjadi satu-satunya penyesalan Mancini. Ia dan para pendukung Italia (tifosi) tentu sangat menginginkan keberhasilan di ajang bergengsi tersebut.
Ambisi Mancini untuk memenangkan Piala Dunia bersama Italia masih membara. Ini menjadi motivasi utamanya untuk kembali ke panggung sepak bola Italia.
Pengalaman Memimpin Italia
Mancini sukses membawa Italia menjuarai Euro 2020 (diselenggarakan pada 2021). Prestasi ini menjadi bukti kemampuannya dalam memimpin tim nasional.
Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Mancini jika ia kembali menangani Timnas Italia. Ia memahami dinamika dan tekanan yang ada dalam memimpin tim di level internasional.
Hubungan dengan Gravina Bisa Dipulihkan
Mancini juga mengklarifikasi hubungannya dengan Presiden FIGC, Gabriele Gravina. Ia menegaskan bahwa hubungan mereka telah membaik.
Mancini yakin tidak akan ada hambatan untuk berdamai dengan Gravina jika kesempatan untuk kembali melatih Timnas Italia terbuka. Ia telah mengakui kesalahannya dan siap untuk memulai lembaran baru.
Komunikasi dengan Mantan Pemain
Mancini masih berkomunikasi dengan mantan anak asuhnya di timnas, meskipun tidak dalam beberapa hari terakhir. Ikatan yang terjalin selama masa kepelatihannya tetap terjaga.
Hal ini menunjukkan bahwa ia masih memiliki hubungan baik dan dukungan dari para pemain. Ini bisa menjadi aset berharga jika ia kembali menjadi pelatih.
Gennaro Gattuso, mantan gelandang AC Milan, disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Spalletti. Ia bahkan dikabarkan telah berbicara dengan Gianluigi Buffon, Kepala Delegasi Timnas Italia.
Pernyataan Mancini mengenai keinginannya kembali melatih Timnas Italia tentu akan menjadi pertimbangan penting bagi FIGC. Pengalamannya yang mumpuni dan prestasinya yang gemilang di masa lalu menjadi modal utama. Meskipun jalan untuk kembali masih panjang, namun tekad dan penyesalan yang diutarakannya menunjukkan keseriusannya. Apakah kesempatan itu akan kembali terbuka? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.





