Atlet Muda Indonesia: Kualitas Merata di Seluruh Provinsi

Atlet Muda Indonesia: Kualitas Merata di Seluruh Provinsi
Sumber: Antaranews.com

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 yang baru saja berakhir di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, menunjukkan perkembangan signifikan cabang olahraga ini di Indonesia. Bukan hanya Jawa Timur yang konsisten berprestasi, tetapi munculnya atlet-atlet berbakat dari berbagai provinsi lainnya menandakan semakin meratanya kualitas atlet panjat tebing di Tanah Air.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Wahyu Pristiawan Buntoro, menegaskan hal tersebut. Ia melihat tren positif ini sudah berlangsung selama lima tahun terakhir.

Perkembangan Merata Atlet Muda Panjat Tebing Indonesia

Kejurnas yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 23 Juni ini diikuti oleh 375 peserta dari 26 provinsi. Kompetisi ini mempertandingkan berbagai nomor, meliputi boulder dan lead untuk kategori junior, youth A, dan youth B, baik putra maupun putri, serta nomor speed.

Hasilnya cukup mengejutkan. Meskipun Jawa Timur masih mendominasi dan keluar sebagai juara umum, persaingan di peringkat-peringkat atas menjadi semakin ketat. Provinsi-provinsi seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan pun mampu meraih medali emas, menunjukkan peningkatan kualitas secara signifikan.

Strategi Pembinaan Jangka Panjang dan Munculnya Bintang Baru

Dominasi Jawa Timur, menurut Pristiawan, merupakan buah dari pembinaan jangka panjang yang terstruktur dan konsisten di tingkat daerah. Namun, ia juga menekankan peningkatan prestasi dari provinsi-provinsi lain.

Provinsi-provinsi yang baru membentuk pengurus federasi provinsi pun sudah menunjukkan hasil yang membanggakan. Salah satu contohnya adalah Maluku Utara, yang atlet-atlet mudanya mampu menembus babak semifinal di nomor lead dan boulder putra, baik kategori junior maupun youth A.

Harapan untuk Masa Depan Panjat Tebing Indonesia

Pristiawan optimistis dengan penyelenggaraan Kejurda secara rutin, kualitas atlet panjat tebing Indonesia akan semakin merata. Ia melihat potensi besar dari atlet-atlet di luar Pulau Jawa yang perlu terus diasah dan dibina.

Keberhasilan atlet Maluku Utara menjadi bukti nyata potensi yang dimiliki daerah-daerah di luar Jawa. Dengan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan, Indonesia berpeluang besar melahirkan atlet-atlet panjat tebing kelas dunia di masa mendatang.

Pengelompokan umur peserta Kejurnas ini mengikuti ketentuan PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A (16-17 tahun), dan youth B (14-15 tahun).

Kejurnas ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ajang evaluasi dan pemetaan bagi PP FPTI untuk menyusun strategi pembinaan atlet yang lebih terarah dan efektif.

Dengan semakin meratanya kualitas atlet dari berbagai provinsi, masa depan panjat tebing Indonesia terlihat semakin cerah dan penuh harapan.

Pos terkait