Pernahkah Anda mengalami gatal setelah berolahraga? Sensasi gatal ini, meski terkesan sepele, bisa cukup mengganggu dan bahkan cukup parah bagi sebagian orang. Baik setelah latihan ringan maupun berat, gatal pasca olahraga perlu dipahami penyebab dan penanganannya. Artikel ini akan membahas secara detail mengenai penyebab dan cara mengatasi gatal setelah berolahraga.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan gatal setelah aktivitas fisik. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang tepat.
Penyebab Gatal Setelah Olahraga
Gatal setelah olahraga, yang juga dikenal sebagai gatal atlet, dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Area lipatan kulit sering menjadi lokasi utama, namun ketiak, leher, siku, bahkan kulit kepala pun bisa terkena.
Peningkatan Aliran Darah
Peningkatan aliran darah ke otot-otot yang aktif selama berolahraga seringkali menjadi penyebab utama gatal. Kondisi ini lebih sering dialami oleh mereka yang jarang berolahraga.
Aliran darah dan detak jantung yang meningkat saat berolahraga mengirimkan lebih banyak darah dan oksigen ke otot. Hal ini menyebabkan pembuluh darah kapiler melebar, merangsang saraf, dan menimbulkan rasa gatal.
Gatal akibat peningkatan aliran darah biasanya mereda dalam beberapa menit hingga jam setelah berolahraga. Ini adalah reaksi alami tubuh dan umumnya tidak berbahaya.
Pelepasan Histamin
Olahraga dapat memicu pelepasan histamin dalam tubuh, seperti yang dijelaskan dalam sebuah penelitian di jurnal *Exercise and Sport Sciences Reviews*. Histamin berperan penting dalam melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi.
Pelepasan histamin ini, meskipun bertujuan mencegah kelelahan, juga bisa memicu rasa gatal. Tingkat keparahan gatal bervariasi, dan pada beberapa orang, kondisi ini bisa menjadi lebih parah.
Rasa gatal biasanya mereda seiring penurunan kadar histamin, namun konsultasi medis diperlukan jika gejalanya memburuk.
Cholinergic Urticaria
Cholinergic urticaria merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bentol merah dan gatal sebagai respon terhadap peningkatan suhu tubuh dan keringat.
Peningkatan kadar asetilkolin, sebuah neurotransmitter yang berperan dalam respons terhadap panas, memicu reaksi ini. Selain olahraga, kondisi lain yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh juga dapat memicu cholinergic urticaria.
Kondisi ini perlu dibedakan dengan penyebab gatal lainnya, dan penanganan yang tepat dapat diberikan oleh tenaga medis.
Exercise-Induced Urticaria
Exercise-induced urticaria adalah jenis urtikaria yang dipicu oleh olahraga berat, terutama dalam cuaca panas atau dingin. Gejala yang muncul dapat berupa gatal-gatal dan ruam.
Kondisi ini terkadang disertai gejala lain seperti sakit kepala, kram perut, sesak napas, atau pembengkakan di wajah, lidah, atau tangan. Hal ini memerlukan perhatian medis segera.
Respon ini dapat terjadi pada individu dengan kulit sensitif atau alergi tertentu, dan berbeda dengan respon yang dipicu suhu tinggi.
Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak adalah peradangan kulit yang disebabkan oleh kontak langsung dengan zat iritan. Dalam konteks olahraga, hal ini bisa dipicu oleh bahan-bahan tertentu dalam pakaian atau peralatan olahraga.
Lateks (misalnya pada matras yoga) dan spandeks (bahan pakaian olahraga) merupakan beberapa iritan yang umum. Bahan sepatu atau kaos kaki yang tidak tepat juga dapat memicu dermatitis kontak pada kaki.
Cara Mencegah dan Mengatasi Gatal Setelah Berolahraga
Menggaruk area yang gatal hanya akan memperparah kondisi dan meningkatkan risiko infeksi. Berikut beberapa langkah untuk mencegah dan mengatasi gatal setelah berolahraga:
- Kenakan pakaian yang ringan, berbahan menyerap keringat seperti katun atau campuran katun dan polyester.
- Gunakan kipas angin atau AC untuk mengurangi keringat selama berolahraga di dalam ruangan.
- Hindari berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas dan terik.
- Kompres dingin atau salep penenang dapat meredakan gatal.
- Minum cukup air untuk menjaga hidrasi tubuh dan kulit.
- Bersihkan keringat dan kotoran setelah berolahraga untuk mencegah iritasi.
Jika gatal menetap atau disertai gejala lain seperti ruam parah, segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mengelola kondisi ini. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika diperlukan.
